web analytics

Blog & News

Latest news and tips around financial, banking, fintech and business

Konsinyasi, Solusi Untung Tanpa Modal Berlebih

Perkembangan sistem perekonomian di Indonesia, cukup signifikan. Terdapat beberapa faktor yang mendorong perkembangan tersebut, yakni perubahan pola konsumsi, perilaku pasar dan tingkat permintaan. Dulu, jika ingin membangun sebuah bisnis, pemilik usaha harus mempersiapkan dan memiliki segala sumber dayanya, mulai dari modal, produk, tempat usaha, hingga strategi pemasarannya. Kini tak perlu lagi, sang pemilik usaha hanya perlu menyiapkan produknya saja, tanpa harus dipusingkan dengan penyediaan tempat usaha untuk memajang produk-produknya. Sebab, antara pengusaha satu dengan yang lain bisa menjalin kerjasama dalam penjualan produk dengan sistem konsinyasi.

Pengertian Konsinyasi

Konsinyasi merupakan suatu bentuk kerjasama dalam penjualan produk yang dilakukan oleh produsen dengan penyalur, pedagang, atau pemilik toko. Dalam sistem kerjasama ini, produsen menitipkan barang dagangannya kepada penyalur, pedagang, atau pemilik toko untuk dijual. Dengan kata lain, konsinyasi adalah titip jual.

Konsinyasi menurut para ahli adalah sistem transaksi niaga yang di dalamnya terdapat perjanjian antara kedua belah pihak yang berisi penyerahan produk dari produsen kepada pihak tertentu agar membantu menjualkan kepada konsumen. Jika produk laku terjual, si penyalur akan mendapatkan komisi sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Dalam perjanjian konsinyasi, pihak pemilik barang yang menitipkan barang dagangannya disebut dengan konsinyor (consignor), sedangkan pihak pedagang yang menerima barang titipan untuk dijual disebut dengan konsinyi (consignee).

Kelebihan dan Kekurangan Konsinyasi

kelebihan dan kekurangan konsinyasi

Kelebihan melakukan penjualan secara konsinyasi dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi produsen/konsinyor dan dari sisi penjual/konsinyi. Berikut penjelasannya:

  • Bagi Produsen/Pemilik Produk

    1. Memperluas Pasar dan Menghemat Biaya Promosi
    Dengan melakukan perjanjian penjualan konsinyasi, pihak produsen akan memperoleh keuntungan seperti memperluas pasar dan menghemat biaya promosi. Produk Anda dapat dipasarkan sesuai keinginan Anda di toko atau tempat yang sudah memiliki pelanggan sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya promosi di tempat tersebut.

    2. Menghemat SDM dan Biaya Pelayanan
    Produk yang dititipkan kepada pihak penjual, tentu saja pihak penjual lah yang akan menawarkan dan mempromosikan barang tersebut. Sehingga pihak produsen tidak perlu melayani konsumen atau pelanggan secara langsung. Dengan demikian cara ini dapat menghemat SDM dalam melakukan pemasaran maupun biaya pelayanan.

    3. Fokus Terhadap Produk
    Kelebihan selanjutnya yang dapat diperoleh produsen adalah dapat lebih fokus terhadap kualitas produk yang akan diproduksi. Selain itu, Anda juga dapat melakukan inovasi-inovasi agar produk lebih unggul. Pemasaran produk dan penjualan telah diatasi oleh pihak penyalur/penjual, dengan begitu pastinya produsen dapat lebih menghemat waktu untuk mengembangkan produk lagi.
  • Bagi Penjual/Penyalur

    1. Dapat Keuntungan Tanpa Mengeluarkan Modal
    Seperti yang sudah kita ketahui bahwa pihak penjual hanya menjual produknya saja sehingga akan mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan modal. Biasanya penjual akan menambahkan harga dari harga yang diterima dari produsen. Tambahan harga tersebut merupakan keuntungan yang akan diperoleh. Selain itu, pihak penjual juga akan mendapatkan fee dari pihak produsennya.

    2. Risiko Kecil
    Kelebihan lain bagi penjual/penyalur adalah risiko yang kecil. Risiko yang dimaksud adalah risiko jika barang tidak laku. Jika barang tidak laku atau rusak maka penjual/penyalur tidak akan mengalami kerugian atas produk tersebut, hanya pendapatan atau keuntungannya saja yang akan menurun.

    3. Display Produk Bertambah
    Adanya penitipan produk yang akan dijual, membuat jumlah display yang akan dijual di toko tersebut pun bertambah. Selain itu, penambahan produk tersebut tanpa harus mengeluarkan modal sehingga ini akan sangat membantu penjual untuk mendapatkan keuntungan.

Adapun kekurangan konsinyasi dibalik banyaknya kelebihan yang dimiliki. Sama seperti kelebihan, kekurangan bisnis konsinyasi juga dibagi menjadi dua sisi, yaitu dari sisi produsen dan dari sisi penjual/penyalur. Yakni, sebagai berikut:

  • Bagi Produsen/Pemilik Produk

    1. Risiko Kerugian
    Risiko kerugian dapat disebabkan oleh kesalahan dalam memilih pihak penjual. Jika penjual yang dipilih tidak menjual produk dengan baik sehingga menyebabkan produk dapat laku dengan kurun waktu yang lama, maka produsen dapat mengalami kerugian. Oleh karena itu, produsen harus memastikan penjual atau penyalur atau pihak consignee merupakan penjual yang baik dan dapat diandalkan.

    2. Promosi Tidak Sesuai
    Karena pihak produsen tidak melakukan penjualan secara langsung, maka ada kemungkinan jika promosi yang dilakukan oleh penjual tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini wajar jika produsen menitipkan produk kepada toko-toko kecil, biasanya mereka tidak akan mempromosikan produk tersebut. Untuk mengatasi hal ini, dapat dilakukan penempatan SPG di supermarket atau mall. Sementara untuk toko kecil, dapat diberikan tawaran fee atau bonus yang menarik.

    3. Uang Tidak Dapat Langsung Diterima
    Yang terakhir adalah, pembayaran yang tidak langsung atau uang tidak dapat langsung diterima pihak produsen setelah produk terjual. Hal ini karena sistem pembayaran yang ada mengikuti sistem pembayaran dari penjual biasanya per minggu atau per bulan.
  • Bagi Penjual/Penyalur
    Sistem penjualan konsinyasi tidak memiliki risiko ataupun kelemahan apapun bagi penjual. Hal ini karena produk yang dijual memang bukan produk mereka sendiri. Bagi consignee, keuntungan dapat diperhitungkan dari berapa banyak barang yang dijual. Tetapi jika memang tidak banyak produk yang terjual, maka penjual juga tidak rugi karena consignor bisa saja menarik produk tersebut.

Demikian pengertian serta kelebihan dan kelemahan dari sistem penjualan konsinyasi, diharapkan dapat membantu anda yang ingin memulai bisnis, untuk menentukan strategi penjualan yang menguntungkan dengan modal yang minim.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on linkedin
LinkedIn
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Head Office

Dipo Business Center 
Rukan Blok B8,
Jl.Gatot Subroto Kav. 50-52, 
Jakarta Pusat-10260
Indonesia

© 2018 Prismalink International Payment Gateway Indonesia. All rights reserved.

Head Office

Rukan Dipo Business Center Blok B8,
Jl.Gatot Subroto Kav. 50-52, Jakarta Pusat
10260

Contact Us

© 2018 Prismalink International Payment Gateway Indonesia. All rights reserved.